3 Cara Baru Untuk Monetisasi YouTube Selain Google AdSense

Cara Baru Untuk Monetisasi YouTube Selain Google AdSense

Selama ini, mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa banyak orang yang beralih profesi menjadi kreator video YouTube? Atau, darimana mereka bisa mendapatkan penghasilan?

Jawaban untuk pertanyaan kedua bisa saja dari sponsor (konten berbayar) atau iklan Google AdSense yang dipasang pada akun YouTube mereka.

Memang bukan menjadi rahasia lagi, bila kini YouTube telah berhasil membantu banyak kreator memperoleh penghasilan yang melimpah. Tapi jika selama ini penghasilan para kreator atau YouTuber tersebut hanya berasal dari bisnis maupun iklan Google AdSense, kedepannya akan sejumlah cara baru untuk memonetisasi konten yang dapat dimanfaatkan oleh para kreator YouTube.

3 Cara Baru Untuk Monetisasi YouTube Selain Google AdSense

Seperti yang diumumkan pada ajang VidCon 2018 baru-baru ini, setidaknya inilah tiga cara baru monetisasi di YouTube, selain Google AdSense.

1. Keanggotaan Saluran

Cara monetisasi YouTube yang pertama adalah channel membership. Pada dasarnya, fitur ini merupakan kelanjutan dari fitur sponsorship yang selama ini menjadi andalan pada platformYouTube Gaming.

Cara kerja fitur channel membership ini adalah penonton dapat membayar biaya berlangganan sebesar $5 per bulan untuk mendapatkan sejumlah konten eksklusif. Konten eksklusif tersebut bisa berupa badge dan emoji unik dalam live chat, akses ke live stream eksklusif, dan konten-konten eksklusif lainnya pada tab ‘Community’ suatu channel.

Dari total pemasukan yang didapat lewat fitur channel membership ini, YouTube akan mengambil keuntungan sebesar 30 persen, dan sisanya adalah untuk kreator.

Syarat untuk kreator yang bisa memanfaatkan fitur ini adalah kreator (channel) yang sudah memiliki lebih dari 100.000 subscribers di YouTube.

Untuk mencegah pencurian konten, YouTube juga punya fitur bernama Copyright Match Tool. Simak selengkapnya di sini!

2. Barang Dagangan

Cara monetisasi YouTube yang kedua adalah kemudahan bagi para kreator untuk menjual merchandise resmi langsung lewat channel YouTube-nya masing-masing.

Tak tanggung-tanggung, untuk menyiapkan fitur ini, YouTube telah bekerja sama dengan Teetspringagar memudahkan para kreator memilih lebih dari 20 jenis merchandise yang bisa mereka jual, mulai dari kaos, topi, tote bag, hingga casing smartphone.

Kedepannya, YouTube sudah berencana untuk melakukan ekspansi fitur ini dengan menggandeng lebih banyak mitra yang bergerak di bidang merchandising.

Tapi, berbeda dengan fitur sebelumnya, pada fitur merchandise ini, YouTube tidak mengambil keuntungan sepeser pun.

Untuk persyaratannya pun berbeda dengan fitur sebelumnya yang hanya bisa digunakan oleh kreator yang sudah memiliki lebih dari 100.000 subscribers di YouTube, fitur merchandise ini bisa digunakan oleh para kreator yang memiliki lebih dari 10.000 subscribers.

Mau jadi YouTuber andal ?Ini 7 hal dasar yang wajib kamu cermati.

3. Perdana

Cara monetisasi YouTube yang terakhir, kreator juga bisa memanfaatkan fitur bernama Premiere. Fitur ini memungkinkan penggunanya dapat menyiarkan suatu video yang sudah direkam dan diedit sebagai suatu momen yang sedang live.

Caranya, tinggal pilih opsi untuk mempublikasikan video sebagai Premiere, maka YouTube pun akan secara otomatis membuatkan halaman khusus agar para penonton bisa berkumpul sebelum jadwal penyiaran dimulai.

Dari situ, penonton juga bisa berpartisipasi dalam live chat untuk berinteraksi langsung dengan sang kreator.

Nah, darimana monetisasi bisa dilakukan? Melalui Premiere, kreator bisa mengandalkan fitur Super Chat,yang sekarang tidak hanya terbatas pada video live saja berkat adanya Premiere.

Selain itu, Premiere juga bisa dijadikan konten eksklusif bagi penonton yang tergabung dalam channel membership tadi.

Bingung cari ide buatkonten YouTube?Ini 5 konten kekinian yang lagi banyak digemari.

Itulah tiga cara baru monetisasi di YouTube, selain Google AdSense. Saat ini, mungkin tiga cara tersebut belum bisa digunakan di Indonesia, tapi kedepannya, YouTube akan segera merilis tiga fitur tersebut. Bagaimana? Cara mana yang menurutmu paling efektif untuk monetisasi di YouTube?

Baca Juga : Ternyata Inilah Beberapa Kriteria Youtube Adsense yang Harus Kamu Ketahui

About admin